Kamis, 21 Oktober 2010

CERITA HORROR

Rumah Berhantu

rumah_hantu

    Tepat disebelah rumah saya, adalah rumah orang tua angkat ayah saya. Rumah itu sekarang kosong tidak ada yangmenghuni lagi. Ibunya sudah meninggal dan ayah angkatnya sekarang tinggal di panti jompo. Rumah tersebut sangat jelas terlihat dari kamar saya karena posisi kamar saya ada dilantai dua dan saya bisa melihat semua aktivitas yg dilakukan di rumah tersebut.
   

    Bahkan saya bisa mendengar apa yang terjadi dirumah tersebut setiap malam.
Rumah tersebut memang sudah lama tidak dihuni lagi, tapi rumah itu tidak seperti rumah hantu yg tidak terawat, karena ayah saya selalu rutin membersihkan dan merawatnya. Kesan itu akan berubah total apabila menjelang malam. Saya sering mendengar suara-suara aneh didalam rumah tersebut, seperti suara orang melangkah dan seperti suara orang berbisik .



      Walaupun saya merasa tidak terjadi apa dengan rumah tersebut, tapi kadangkala saya sering ketakutan juga. Kadangkala saya juga merasa ada yang mengamati saya dari jendela rumah tersebut. Walaupun itu cuma perasaan takut saya yang agak berlebihan.


 Tapi entahlah, apakah rumah tersebut memang dihuni mahkluk halus atau hantu. biarkan saja menjadi misteri.



* TRAGEDI KAMAR KOSONG  LAUT SELATAN

 

              Dan setelah aba-aba itu turun, disusul kemudian keempat prajurit yang membawa tameng di tangan kirinya. Sedang di pinggang  kanannya menggantung sebuah pedang. Semuanya mengenakan  pakaian ala prajurit keraton Yogyakarta. Aku yang melihatnya kemudian hampir ppingsan  kala menyaksikan  empat prajurit itu semuanya tidak berkepala. Tanpa bersuara mereka melangkahkan kakinya  menuju kamarku. Tahu hal itu aku bermaksud  segera lari menuju kamar  untuk menyeret parman  yang kemungkinan masih terlelap  dalam tidurnya.

        Tetapi ternyata apa yang  hendak aku lakukan itu ketahuan oleh orang bersurjan yang misterius itu. Dengan serta merta dia berjalan mendekatiku. Setelah ada didepanku, tiba-tiba tangannya menepuk pundakku sebanyak tiga kali. Aneh bin ajaib, setelah mendapat tepukan itu tubuhku seketika menjadi lemas tanpa daya.  Sulit untuk digerakan. Setelah itu, mereka  dengan leluasa  masuk ke dalam kamarku. Sementara itu, diluar masih terdengar suara sayup-sayup gamelan yang masih mengumandang di tengah  kegelapan malam.

        Beberapa menit kemudian aku hanya bisa memelototkan mata ku tanpa bisa berbuat  sesuatu  ketika keempat prajurit  yang dikawal lelaki bersurjan mengangkat  tubuh parman  dalam posisi masih  tertidur pulas. Tubuh parman lalu dimasukan ke dalam kereta  kencana yang semenjak  tadi sudah menunggu  di depan kamarku.

    Gemerincing suara asesoris yang dikenakan ke empat ekor kuda  mewarnai keberangkatan  kereta tersebut ke tengah laut yang masih kelam. Dan, bersaman dengan kepergiaan  kereta yang  telah  membawa tubuh parman ,suara gemerincing dan gamelan suaranya semakin  redup dan akhirnya tidak terdengar lagi.

       Anehnya setelah kejadian itu aku yang  tadinya  tidak mampu  bergerak  sama sekali, kini kembali bisa bergerak  seperti semula. Entah mengapa hal itu bisa terjadi  secara aneh. Segera  setelah tubuhku normal kembali dengan cepat kutengok kamarku. Betapa  terkejutnya aku ketika  di kamar itu  tubuh parman  yang tadinya  masih tergeletak tidur  sudah  tidak ada lagi. Kamar  dalam keadaan  kosong. Aku menjadi panic seketika.

       Tak lama kemudian hampir semua penghuni hotel  udang biru mencium peristiwa  misteri itu. Sebagian orang yang  sering mengunjungi hotel tersebut  sudah menduga  bahwa sesuatu yang tidak diinginkan  akan segera terjadi.
 

      Keesokan harinya  ketika sedang  berada dikantor  polsek setempat untuk  melaporkan kejadian  yang kami alami, seorang turis  asing yang tengah  santai dipinggir pantai  berlari-lari memberitahukan  ada mayat  yang tedampar dipinggir pantai. Seketika itu juga  aku menduga  bahwa mayat itu  pasti mayat  temanku si parman.

        Orang-orang yang ikut mendengarkan , juga berpendapat sama.Dan, setelah berada di TKP , pandangan ku langsung  tertuju  kepada tubuh  parman  yang sudah  terbaring  di tepi  pantai. Beberapa orang  tengah mengerumuninya. Disitu tampak juga surya , yang ternyata adalah seorang paranormal. Setelah  kuceritakan awal mula pertemuan kami dengan orang  bersurjan  yang sebenarnya  orang halus itu hingga  pada akhirnya  kami terjerumus  ke kamar kosong itu, lelaki paranormal  itu hanya  geleng-geleng kepala seperti  menyesali  apa yang telah terjadi.

        Mendung duka menyelimuti hatiku. Bahkan tak terasa mataku pun menitikkan air mata  karena kehilangan seorang sahabat. Sementara langit menunjukan  suasana yang sangta  bersahabat terpadu  dengan angin yang sepoi-sepoi basah. Namun , sebenarnya  suasana yang romantic itu tidak sesuai  dengan kenyataannya. Berbanding terbalik dengan suasana misteri yang telah membawa korban jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar