Jumat, 17 Agustus 2012

Penyebab Tangisku Itu Kamu (づ_ど)


Untuk kamu penyebab tangisku....\(˘̩̩̩ε˘̩̩̩ )
 
Setiap waktu kamu merasuki pikiranku menerobos labirin-labirin tersembunyi di hatiku. Sekali lagi, hatiku seperti tergores belati tajam, Menusu,  Menohok pikiranku. Membuat air mata terjatuh karenamu. Tersimpan diotakku dengan otomatis. Seakan-akan hanya kamu yang ada dipikiranku. Seutuhnya. Saat alunan cinta yang kamu persembahkan padaku menjelma menjadi sebuah belati tajam, yang selalu siap untuk menusukku setiap saat aku mengenangnya.  Sudah beberapa hari sejak peristiwa itu,kepergianmu..aku merasa kesepian.

Pesan singkatmu masih menghiasi inboxku.Kau tahu bagaimana rasanya ketika seorang wanita di acuhkan?Semua pesan-pesan mu di Inbox ku masih tersimpan dengan rapi. Saat aku rindu padamu, hanya pesan-pesan itu yang bisa sedikit mengobati rinduku. Hanya sedikit.
Bagaimana rasanya saat kau bilang kangen tapi aku harus tersadar bahwa itu bukan untuk aku?
Rasanya aku ingin membentakmu keras keras,aku ingin meronta pada ketidakjelasanmu! Aku ingin menyadarkanmu , menggoyang goyang tubuhmu dan berkata " AKU CEMBURU" (╯_╰")


Tapi,kau tetaplah pria baik yg sama seperti pertama kali ku kenal,Dan kebaikanmu yg terlalu berlebihan itu berimbas padaku, menyebabkan cemburu mengalir deras didarahku, dari vena sampai arteri, hanya ada emosi yg merasuki.Apa salahku sehingga kamu begini?

Hatiku terus berperang dengan logika. Saat hatiku berkata bahwa aku tetap mencintainya, logikaku melawannya dengan berkata bahwa kamu telah menyakitiku. Saat hatiku berkata bahwa aku membutuhkanmu, logika ku berkata masih banyak lelaki yang bisa memberikanmu kenyamanan lebih darinya. Saat hatiku berkata bahwa kamu yang terbaik, logikaku dengan keras melawannya bahwa masih banyak lelaki berkeliaran diluar sana yang jauh lebih baik darinya.

Kau tahu? Sebenarnya aku masih mencintaimu, sebenarnya tak ada yg lain yg bisa membuatku tersenyum,selain kamu. Aku tak pernah berbohong jika berkata rindu.Aku tak pernah menggunakan topeng ketika aku berkata aku cinta padamu.Aku mencintaimu,setulus dan sesederhana itu.Tapi, sekeras perjuanganku,mengapa tetap saja sulit membuatmu menatapku kembali?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar