Aku rapuh untuk menyadari semuanya. Aku terlanjur masuk ke dalam permainan ini. Sekarang hanya tinggal aku, menyelamatkan diri atau menjadi aktor yang akan menyelesaikan skenario ini. Tentu, dengan lebih banyak intrik atau justru bohong yang dipercaya
Ada kebohongan dan kejujuran yang senantiasa mengelilingi kita. Begitu indahnya, sehingga kita tak tahu mana lagi batasan jelasnya. Antara diterima atau ditolak, semua abu-abu
Taukah kau, aku merasa waktu berhenti berputar setiap kita bersama? Taukah kau, hatiku selalu berdesir setiap matamu menatap dalam mataku. Bisakah kau dengar teriakan hati ini setiap kau didekatku.
Taukah kau, aku merasa waktu berhenti berputar setiap kita bersama? Taukah kau, hatiku selalu berdesir setiap matamu menatap dalam mataku. Bisakah kau dengar teriakan hati ini setiap kau didekatku.
Sekian banyak cinta yang datang, hanya kau yang berhasil mengetuk hati ini. Hanya kau yang mampu menerobos kuatnya benteng pertahanan yang susah payah aku buat.
Hanya kau yang sempurna membuat kepingan hatiku menjadi satu kembali. Hanya kau yang bisa membuka gembok hati ini dengan kunci cintamu.
Aku lemah dalam pelukmu. Aku rapuh dalam kasihmu. Aku gundah tanpa hadirmu. Aku sunyi tanpa tawa riangmu. Aku tanpamu bagai malam tanpa bulan. Dan siang tanpa matahari. Kau adalah aku. Kita satu.
Taukah kau akan semua itu? Taukah kau, hatiku haus akan cinta kasih seperti yang kau berikan? Tapi, apakah kau juga tahu? Ini adalah yang pertama dan terakhir untuk kita? Pertama dalam cinta. Dan terakhir untuk sebuah kesakitan.
Ada skenario di antara sandiwara. Semua yang kita lihat dengan mata kepala sendiri, justru tidak pernah mencapai realita sesungguhnya. Ada sekenario dan ada sandiwara. Skandal.
Aku lemah dalam pelukmu. Aku rapuh dalam kasihmu. Aku gundah tanpa hadirmu. Aku sunyi tanpa tawa riangmu. Aku tanpamu bagai malam tanpa bulan. Dan siang tanpa matahari. Kau adalah aku. Kita satu.
Taukah kau akan semua itu? Taukah kau, hatiku haus akan cinta kasih seperti yang kau berikan? Tapi, apakah kau juga tahu? Ini adalah yang pertama dan terakhir untuk kita? Pertama dalam cinta. Dan terakhir untuk sebuah kesakitan.
Ada skenario di antara sandiwara. Semua yang kita lihat dengan mata kepala sendiri, justru tidak pernah mencapai realita sesungguhnya. Ada sekenario dan ada sandiwara. Skandal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar