Rabu, 13 Oktober 2021

PENGHANCUR MENTAL

 Selama 25tahun ini aku menjalani hidupku penuh dengan likaliku ini, kali ini aku benar benar hancur dan tak berdaya, dilumpuhkan dengan keadaan, dihancurkan dengan sebuah harapan, ditusuk dengan orang orang toxic.

Sudah satu tahun lebih aku menjalani sebuah pernikahan, dimana semakin hari semakin beban aku menjalani bersamanya, mencoba memahami mencoba mengerti mencoba semuanya seperti yang dia mau, tapi nyatanya aku semakin hancur dan kacau, pendapatku selalu diacuhkan, apa yang ak ceritakan selalu diabaikan lalu aku harus bagaimana menghadapi seseorang seperti dia

Aku tak pernah terlintas atau bahkan aku tak pernah berdoa mengharapkan suami seperti dia, entah apa Tuhan mempertemukan aku dengannya dengan berujung pernikahan, atau mungkin aku yang mengharapkan ekspetasi terlalu tinggi??

10 Juli 2021, aku kehilangan ibuku, pada waktu bersamaan aku menjadi seorang ibu. Hari demi hari aku jalani semakin hari semakin beban, yaa beban berat untuk hati dan raga, banyak sekali perubahan dan aku perlu penyesuaian untuk segala hal mencoba belajar merelakan, menerima dan mengikhlaskan, aku pikir aku kuat tapi tidak, aku semakin rapuh aku dihancurkan oleh seseorang dalam hidupku bahkan kesedihan dalam diriku sudah tidak dapat terbendung lagi...

Hari demi hari aku mencoba lagi menguatkan diriku tapi nyatanya ya itu tidak sama sekali berhasil bahkan semakin memburuk, bagiku aku sudah kehilangan akal, aku sudah gila dan aku sudah tidak bisa menampung kapasitas egoku, amarahku dalam diriku.



12 Oktober 2021, terjadi perbedaan pendapat aku dan suami, lalu kami cekcok dan terjadi pertengkaran yang mungkin lebih parah dari pertengkaran2 yang sebelumnya selama masa pernikahan ini. Aku lelah bahkan aku merasa aku membenci diriku sendiri, aku membenci semuanya, kenapa Tuhan begitu berat mengujiku saat ini, proses apa yang mendewasakanku sampai aku benar2 seperti ini.

Orang tua dan mertuaku adalah alasan utama aku mempertahankan pernikahan ini, karena sesungguhnya batin ini sudah tak sanggup hidup dengan dia, dia yang menyakitiku, menyiksaku, tapi ya kita sama sama punya ego yang tinggi bahkan tidak mau mengalah satu sama lain, kalau mungkin saja aku sudah tak mempunya orang tua lagi aku akan selesai dengan dia.

Aku takut merusak citra nama keluargaku, sekarang yang aku lakukan hanyalah bertahan dengan keadaan tanpa memedulikan fisik dan psikisku, entah apa yang akan terjadi hari demi hari kedepan aku hanya bisa berharap Tuhan memberikan yang terbaik didalam hidupku.

Aku ini pendosa untuk apa aku terlalu banyak meminta kepada-NYA bahkan langitpun enggan mendengar rintihan keluh kesah dalam hidupku, sudah merasa tidak berguna rasanya aku ingin mengakhiri hidupku, aku capek berada dilingkungan yang toxic, mentalku yang selama ini aku kuatkan sampai akhirnya dititik ini aku sudah tak sanggup meyanggupi semua ini..

Ya Allah Ya Tuhanku, aku merindukan ibuku, aku ingin menceritakan semua yang aku alami, andai saja mungkin jika ibuku masih hidup, hidupku tak akan sekacau seperti ini bahkan mungkin akan lebih baik, tapi yasudah ini semua sudah jalan takdirku, mungkin kedepan Allah bakal kasih tau alesan dan hikmah apa perjalanan cerita hidupku yang sudah aku alami.. 

Aku stress, aku hanya bisa melampiaskan kemarahanku, kesedihanku melalu tulisan cerita ini mungkin sedikit melegakan dan tak apa .


Untuk mental selalu kuat yah dalam kondisi apapun💓

Tidak ada komentar:

Posting Komentar